Tags

, ,

Well sebelumnya mohon maaf kalau baru bisa update tulisan lagi. Sepertinya kerajingan menggunakan social media twitter belakangan membuat saya malas membuat tulisan panjang dan sedikit lebih detail di blog.
Namun berhubung malam ini twitter sedang down, dan kebetulan saya juga tidak bisa tidur (sementara besok ada pekerjaan yang cukup penting) maka saya coba menulis untuk membuat otak saya sedikit waras bekerja :p

Beberapa waktu yang lalu saya tertarik dengan twit yang ditulis oleh @rayafahreza mengenai suatu aplikasi GPS model yang bernama WAZE. yang membuat saya tertarik adalah aplikasi ini menggabungkan model GPS pada umumnya dengan fungsi social media untuk berinteraksi dg sesama pengguna WAZE

20120727-014841.jpg

Berdasarkan dari website nya , WAZE merupakan suatu aplikasi untuk pengguna jalan sehari-hari dengan tujuan memberikan pengalaman dan berbagi infromasi tentang keadaan lalu-lintas di jalan dengan tujuan meningkatkan kualitas berkendara di jalan. Dengan kata lain, membantu pengguna jalan (terutama mobil) yang terbiasa terkena macet untuk mencari rute alternatif yang lebih cepat dan lancar
Cara kerjanya adalah ketika seorang pengguna WAZE menjalankan aplikasi ini, dia akan diminta menentukan lokasi tujuan perjalanan. Namun tidak begitu saja, pengguna selama di jalan bisa memberikan informasi terkini situasi jalan , apakah ada kemacetan atau jalan ditutup, sehingga membantu pengguna lain untuk mencari jalan alternatif

Well, saya sendiri tertarik dengan aplikasi ini, karena jujur sebagai pengguna jalan, sering kali saya harus berhadapan dengan kondisi kemacetan yg menimbulkan stress. Mengharapkan informasi dari media seperti berita atau social media seperti twitter kurang cepat dan terkadang tidak memberikan alternatif pilihan jalur. Saya sendiri akhirnya memilih menginstall di perangkat iphone 4S dengan pertimbangan kemudahan penggunaan dibanding gadget sy yag lain

Hari Pertama

Saya cukup kagum dengan kemampuan WAZE ini. Ketika saya mulai menentukan arah ke kantor dari rumah, otomatis aplikasi ini akan memperhitungkan jarak tempuh dan total waktu tempuh. Akurasinya sekitar 80-85% yang menurut saya cukup lumayan untuk aplikasi gratisan. Selama perjalanan ke kantor , jika saya melambat atau melaju lebih cepat WAZE akan mengkalibrasi lagi Waktu tempuh sesuai dengan kondisi di jalan.
Selain itu ada voice announcement yang memberikan petunjuk dimana saya harus belok jika ada perempatan atau bundaran.
Command suara ini agak sedikit unik menurut saya, petunjuk exit atau jalan keluar patokannya searah jarum jam dan dimulai dari kiri anda. Sebagai contoh di bundaran renon dari hayam wuruk menuju sanur, saya diminta untuk mengambil “first exit” yaitu jalan hang tuah yang ada di kiri bundaran. Begitu pula dari TL hang tuah menuju bypass sanur (ke arah Mcd sanur), command yg keluar adalah mengambil “third exit” (seperti yg saya mention sebelumnya, patokan searah jaram jam dimulai dari kiri anda)

Untuk jalur ketika pulang hampir sama karena kebetulan saya pulang agak malam dari nusa dua dimana situasi lalu lintas sudah sepi dan lancar

Hari Kedua

Jalan dari rumah ke kantor tidak ada masalah sama seperti hari sebelumnya

Yang kemudian menarik adalah ketika saya harus berhadapan dengan kemacetan jalur pulang. Beberapa kali aplikasi ini memperingatkan saya akan adanya informasi kemacetan di jalur yang akan saya ambil dengan menampilkan jalan yang berwarna oranye sampai merah. Begitu pula kemudian muncul pop up warning dari pengguna WAZE lain yang sudah melewati jalur tersebut mengenai kemacetan. Sebelumnya saya informasikan di aplikasi ini kita bisa membantu Pengguna jalan lain dengan mengklik icon di kiri bawah tentang situasi jalan (kalau tidak salah ada pilihan kemacetan, perbaikan jalan, razia dan yang lainnya) nah yang paling berguna adalah informasi mengenai kemacetan jalan, seberapa parah dan estmasi pergerakan kendaraan.
Ketika saya sendiri yang kemudian melambat di awal kemacetan sebelum bundaran simpang siur, di WAZE otomatis muncul pop-up yang memberikan pertanyaan “apakah sedang terjadi kemacetan?” dan “apakah anda ingin berbagi informasi ini dengan yang lain?” .

Ada satu features yang saya tidak mengerti yaitu ketika melewati suatu jalan, akan muncul ikon permen dan ketika kita berhasil melewati ikon tersebut,maka otomatis kita akan mendapatkan poin (entah apa maksud poin nya)

Hari Ketiga

Hal menarik lagi yang saya dapatkan ketika perjalanan pulang, yaitu ketika saya tiba di TL bandara tuban, WAZE merekomndasikan saya melewati jalur Jl Raya Kuta daripada lurus seperti jalur biasa. Saya sendiri akhirnya iseng mengikuti dan memang trafficnya tidak begitu padat. Sepertinya aplikasi ini mengumpulkan informasi jalur biasa yang ditempuh kemudian membandingkan dengan informasi yang yang dikumpulkan dari pengguna lain yang kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk pilihan jalur alternatif.

Demikian untuk awal mengenai pengalaman menggunakan aplikasi WAZE. Aplikasi ini bisa didapatkan di apps store apple untuk gadget IOS dan GooglePlay untuk pengguna android, dg free alias gratis