Tags

Belakangan saya sering membaca artikel online mengenai update teknologi perangkat gadget terbaru. Entah processornya menjadi 2xlipat, resolusi kamera meningkat 8x, atau sampai display yang semakin crisp. Namun dibalik semua “upgrade” itu, tampaknya ada sesuatu yang menjadi “korban” , yaitu battery

(image taken from http://dribbble.com/shots/408149-Battery-Low )

Seiring dengan meningkatnya feature hardware suatu perangkat gadget, daya konsumsi untuk energy nya akan semakin besar pula.
Sebagai contoh, jika dulu suatu perangkat gadget dengan prosesor single core membutuhkan daya 2% per 15 menit, sekarang prosesor terbaru yg 2x lipat (dual core) menghabiskan hampir 5% dalam waktu yang sama.
Itu baru prosesor, belum lagi camera processing, data plan connection (4G LTE, HSDPA, 3G and etc) sampai urusan aplikasi.

Saya sendiri mengalaminya. Dulu ketika masih memakai gadget dg prosesor single (A4) gadget sy bertahan sampai 2-3 hari dg pemakaian normal (remote apps, twit client and game). Sekarang dg prosesor 2x lipat (A5) gadget saya hanya bertahan 1,5 hari dg pemakaian yg sama. Pertamanya saya sendiri bingung, ini ada masalah battery ato gmana. Tapi setelah baca-baca di forum online, akhirnya saya jadi tau, pengaruh upgrade hardware yg paling banyak memakan battery.

Trus ada solusi? Sementara sih cara yang saya gunakan hanya mematikan feature online yang tidak perlu seperti notification apps dan fungsi update otomatis. Cara ini lumayan membantu menghemat sampai 7% konsumsi battery. Ada jg terkadang saya memilih mematikan koneksi 3G dan terhubung ke wifi kantor atau rumah jika sedang di kedua areal tersebut, dan begitu juga sebaliknya, mematikan wifi jika tidak di area.

Sampai ada teknologi yg lebih “ramah” akan battery, cara diatas lumayan mengatasi masalah battery gadget cepat habis🙂