Tags

,

Bagi rekan-rekan yang bekerja di bidang IT, terutama IT hospitality dan industri lainnya, pasti sesekali waktu pernah mendengar komen dari rekan bidang lain “eh enak ya kerja di IT, browsing melulu tiap hari” atau “enak ya, bisa update gadget canggih” atau bahkan “enak ya di di IT, bisa download tiap hari tanpa batas”.Well, saya sering menerima komen seperti itu, dan seperti biasa jawaban saya paling nyengir doang😀

Bukannya saya tidak pernah mau menjelaskan, saya pernah mencoba sekali menjelaskan apan yang saya lakukan setiap harinya kepada salah satu rekan di kantor, dan komen nya adalah “koq kayaknya ribet banget y?” hihihih (padahal saya sudah mencoba menjabarkan secara sederhana)

Ada beberapa hal yang (mungkin) tidak kelihatan oleh orang awam di bidang pekerjaan ini, kami menyebutnya “resiko”. Dan jika anda melihat kami santai-santai pada saat jam kerja (atau dengan entengnya menjawab “sudah coba di restart?” – yang sejujurnya 75% masalah akan selesai karena itu :D) maka kami paparkan sedikit “resiko” pekerjaan IT :

*picture taken from http://www.bauer-power.net/2008/10/dont-panic-pst-panic-that-is.html

  • Jam kerja yang sangat panjang

Yup, jam kerja kami (terkadang) jauh lebih panjang daripada rekan-rekan yang lain. Terkadang kami harus lembur mendadak (bisa berhari-hari) atau bahkan bekerja di hari libur, hanya untuk menyelesaikan suatu masalah. Dan sialnya beberapa  perusahaan tidak menghitung waktu lembur itu, karena mereka berpikir “hey, itu merupakan bagian dari pekerjaan kalian”

  • Waktu pribadi anda akan terganggu

Jika anda bekerja di bidang IT bagian System Support atau jabatan managerial yang bersifat kritis, terkadang bahkan anda akan “diganggu” pada waktu pribadi anda, seperti ketika anda tidur di malam hari atau bahkan ketika anda sedang liburan. Sebagai contoh, ketika saya pertama kali terjun di dunia IT Hospitality, saya terbiasa mendapat “compliment wake up call” dari night auditor di hotel saya bekerja, pada jam 3 pagi,  hanya untuk hal-hal yang sepele seperti cara mengganti toner printer. Tersadar dari tidur yang lelap dengan cepat dan secara instan bisa menganalisa masalah ,merupakan “kemampuan tambahan” yang akan anda terima jika terbiasa dengan hal itu. Bagi kami, bidang pekerjaan ini seperti Dokter di UGD atau pemadam kebakaran, karena anda tidak akan tau kapan masalah akan datang.

  • Berhadapan dengan orang yang emosi

Terkadang beberapa dari kami harus menerima “amukan” dari beberapa orang karena system nya ga jalan. 99% telpon yang masuk ke ruang IT berisi tentang keluhan kerusakan dan biasanya 75% dari itu menelpon dengan nada tinggi atau putus asa. Kami sendiri harus pintar-pintar menjaga emosi supaya tidak menjadi lebih keruh.

  • Bekerja dengan deadline

Bekerja di bidang IT terutama system support, anda akan dituntut untuk bekerja secepat mungkin untuk menyelesaikan suatu masalah. beberapa user terkadang tidak mau tau akan semua kesulitan yang kita hadapi, karena kita dianggap bisa menyelesaikannya. Mereka hanya pedulikan hanya, masalah mereka harus diselesaikan sekarang juga (ribet khan?). Hal ini yang seringnya menjadi “deadline” kita.

  • Mengerjakan pekerjaan di luar tugas dan bidangnya

Sering saya menemukan, rekan saya yang title nya IT Manager mengerjakan semua tugas E-commerce, Web Designer, Graphic Designer, Accounting dan Engineering secara bersamaan. Di tambah lagi diluar itu dia juga menerima perbaikan laptop/komputer pribadi rekan-rekan yang lain di rumah.Well ini kemudian yang menjadikan image IT itu “bisa mengerjakan semua pekerjaan” . Tentu saja saya menolak hal ini. Jika anda memiliki waktu luang, oke cross training ke departement lain tidak ada masalah sebagai bagian update knowledge. Tapi jika anda mengambil semua pekerjaan ini, pada akhirnya pekerjaan utama anda sendiri akan keteteran.

  • Orang cenderung akan “berbohong” jika menghadapi suatu masalah

Ini sering terjadi sehari-hari. Seperti contohnya hari ini, ketika saya mendapati suatu report di system saya yang angkanya tidak masuk akal, saya coba dekati user yang men inputnya dan tanggapan dia adalah “ah, gw inputnya udah bener koq” , dan ketika saya berikan bukti capture hasil inputan nya, dia cuma cengar-cengir sambil bilang “eh iya, tadi kelebihan nol nya, maaf”. di banyak kasus, ketidakjujuran user membuat masalah yang kita hadapi jauh lebih panjang waktu penyelesaiannya, karena kita sendiri harus mencoba berbagai macam kemungkinan skenario masalah.

  • Anda harus tetap terupdate dengan pengetahuan dan teknologi terbaru

Di segala kesibukan akan tugas support sehari-hari, seorang IT itu harus mempelajari update teknologi terbaru. Ini yang terkadang tidak dipahami oleh user lain. Ketika kita browsing atau membaca literatur online , mereka hanya mengira “IT kerjanya browsing melulu”. Padahal jika dilihat baik-baik, syarat seorang IT itu harus dinamis atau terus terupdate dengan perkembangan teknologi. Caranya? yang paling mudah ialah membaca literatur online, browsing berita-berita yang berkaitan dengan teknologi. Ini akan sangat  membantu di pekerjaan sehar-hari. Coba bayangkan jika anda harus mengambil bidang atau pekerjaan di luar tugas anda sehari-hari, kapan waktunya untuk “belajar?” . Hal ini merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh seorang IT, suka maupun tidak.

  • Terkadang ada hal-hal yang tidak sesuai dengan yang diharapkan

 pada praktek  sehari-hari anda akan sering menemui hal-hal yang menyebabkan sesuatu hal tidak sesuai dengan harapan. Sebagai contoh , ketika anda menjalankan prosedur baru untuk pengoperasian, tentu saja hal pertama yang anda lakukan adalah memberikan training kepada user. Terkadang walaupun training sudah dilakukan, user sering kali tidak mengindahkan dengan alasan “saya terbiasa bekerja seperti ini”. Hal-hal seperti inilah yang terkadang bisa menghambat pekerjaan.

  • Birokrasi

Well saya rasa untuk hal ini, tidak hanya dirasakan oleh IT, tapi juga bidang pekerjaan yang lain.  di IT ini nampak ketika muncul keputusan untuk menambah infrastriktur baru atau memulai suatu project yang melibatkan banyak kepala dan tentu saja investasi yang besar. Sebagai pengalaman, ketika saya ditunjuk untuk memimpin project perubahan suatu system, diperlukan waktu hampir 2 tahun untuk approval semua kebutuhan yang diperlukan untuk project tersebut. Yang paling banyak memakan waktu adalah birokrasi di tingkat Management. belum lagi anda harus memenuhi segala hal yang tertera di aturan IT yang dikenal dengan “IT compliance”. ini yang sebenarnya yang memakan waktu dan resource jauh lebih besar daripada Project itu sendiri.

Itu beberapa hal yang dari kacamata saya merupakan resiko yang dihadapi oleh IT dalam pekerjaanya sehari-hari. Masih banyak lagi hal-hal yang lain, namun saya kira ini sudah cukup (bikin ribet :P)