Tags

, , , , ,

Ketika Apple corp. melakukan presentasi di WWDC 2011 kemarin, ada beberapa hal menarik yang diperkenalkan.

20110608-105852.jpg

Pertama ialah IOS 5, operating system terbaru untuk iGadget mereka (iPad, iPhone, dan iPod) yang (tampaknya) merupakan bentuk penyempurnaan fitur IOS untuk iGadget. Walaupun ada kesan fitur-fitur baru tersebut “mencontoh” fitur yang ada di OS Android, namun tak pelak ini mendapat sambutan yang meriah bagi fans setia mereka.

Kedua ialah perkenalan OSX LION untuk produk iMac dan Macbook, dan yang terakhir ialah iCloud, sebuah service (yang menurut saya pengembangan dari MobileMe) syncronise data iTunes, sehingga lagu, video, dokumen dan gambar di berbagai perangkat Apple dapat di share tanpa perlu harus terkoneksi secara fisik melalui iTunes

iCloud ini yang menjadi pusat perhatian saya. Sudah sejak lama ada rumour mengenai Apple corp. melirik cloud computing service sebagai “senjata” terbaru mereka, namun ini pertama kalinya ada statement resmi mengenai hal tersebut.

Jika dilihat lagi konsep service yang ditawarkan oleh iCloud ini tidak jauh beda dengan konsep cloud service yang sudah ada (bahkan terkenal) sekarang, seperti DropBox atau SugarSync. Mereka sama-sama menawarkan fasilitas sinkronisasi data antara beberapa perangkat yang berbeda dan penyimpanan di server mereka. Bedanya mungkin iCloud hanya dapat dilakukan dengan file yang tersimpan di perangkat Apple dan iTunes, sedangkan dropbox/sugarsync mensinkronkan semua file yang ada di folder komputer.

konsep ini (menurut saya) masih semi-cloud, karena hanya “memindahkan” data mentah yang sudah ada dari satu perangkat ke perangkat lain, dimana segala macam editing hanya bisa dilakukan di perangkat tersebut (bukan di servicenya).

Berbeda dengan konsep yang ditawarkan oleh Google cloud. Disini melalui fasilitas GoogleDocs nya , mereka benar-benar memiliki mulai menerapkan visi mengenai cloud computing. Tidak hanya menyimpan data saja, namun juga mulai menerapkan membuat dan editing data di “awan” tanpa memerlukan perangkat (cukup di browser). Namun lagi ini hanya terbatas pada data office saja , seperti aplikasi pengolahan kata dan spreadsheet. Tapi ini tidak menutup kemungkinan mereka akan mengembangkan ke arah yang lebih luas, sebagai contoh mulai diperkenalkannya OS chrome.

Dari kedua service diatas , dapat dilihat bagaimana Apple dan Google memandang cloud computing ini dari situasi yang berbeda. Jika Apple melihat kondisi koneksi internet saat ini di dunia, dimana tidak semua bagian di dunia memiliki akses yang reliable (seperti Indonesia ;p) mereka melihat bagaimana memanfaatkan kondisi itu untuk mendapatkan keuntungan dari service iCloud mereka (semua orang pasti akan senang jika bisa mengakses lagu mereka kapan saja dimana saja) Sedangkan Google sendiri tidak memikirkan kondisi koneksi, alih-alih mereka memfokuskan diri ke konsep pengembangan “tottaly cloud service” , dengan harapan di saat koneksi di seluruh bagian dunia sudah stabil dalam beberapa tahun ke depan, service mereka sudah memiliki base yang kuat.

Namun apapun yang ditawarkan oleh kedua raksasa teknologi ini, kita dapat melihat sekarang bahwa masa depan sudah ada di depan mata kita. Kemungkinan beberapa tahun dari sekarang OS tidak perlu diinstal di perangkat, tapi on-demand, dan segala aplikasi yang kita kenal sekarang disewakan sebagai service.

Update 09/06/2011

Tampaknya Steve Jobs, menambahkan makna baru dari iCloud dan iTunes yaitu : “bukan hanya tempat penyimpanan data belaka, tetapi keajaiban yang terjadi di awan. Orang-orang tidak akan peduli dengan cara kerjanya, tapi lebih peduli dengan bagaimana keajaiban itu terlaksana” dengan menambahkan contoh bagaimana seseorang dengan mudah membuat/edit dokumen baru dengan aplikasi Pages di iPad, kemudian melanjutkan di iMac mereka (well Pak Jobs, saya sudah melakukan nya sejak setahun yang lalu, keywordnya DropBox dan QuickOffice)

Tapi sekali lagi, ada suatu fenomena bahwa apapun yang dijual Apple Corp. , mereka tidak menjual fungsi, tapi menjual “prestigue dan style”…so?kemungkinan booming masih ada

(based on blog : http://www.techrepublic.com/blog/hiner/apple-cloud-vs-google-cloud-the-philosophical-differences/8492)